Jumat, 30 September 2011

POLA PENDIDIKAN ISLAM


POLA PENDIDIKAN ISLAM
PADA PERIODE RASULULLAH : MEKKAH DAN MADINAH

Pola pendidikan Islam, Rasulullah SAW adalah pendidik pertama dan terutama dalam dunia pendidikan Islam. Proses transpormasi ilmu pengetahuan, internalisasi nilai-nilai spiritualisme dan bimbingan emosional yang dilakukannya dapat dikatakan sebagai mukjizat luar biasa yang Islam periode Rasulullah terlihat dari kemampuan murid-mudirnya (para sahabat) yang luar biasa misalnya ; Umar ibn Khattab, ahli hukum dan pemerintahan, Abu Hurairah ahli hadits, Salman al-Farizi ahli perbandingan agama (Majusi, Yahudi, Nasrani, Islam). Dan Ali ibn Abi Tholib ahli hukum dan tafsir al-Qur’an.
Pola dan gabaran pendidikan islam di periode Rasulullah SAW, fase Mekkah dan Madinah merupakan sejarah masa lalu yang perlu diungkapkan sebagai bahan perbandingan, sumber gagasan, gambaran strategi, menyukseskan pelaksanaan, sumber pendidikan Islam. Pda periode tersebut rasulullah saw menggunakan metode evaluasi, materi, kurikulum, pendidik, peserta didik, lembaga, dasar, tujuan dan sebagainya yang bertalian dengan pelaksanan pendidikan Islam baik secara teoritis maupun praktis.
Kurikulum pendidikan Islam pada periode Rasulullah baik di Mekkah maupun madinah adalah al-Qur’an, yang Allah wahyukan sesuai dengan kondisi dan situasi, kejadian dan peristiwa, yang dialami ummat Islam saat itu, hasilnya dapat dilihat dari sikap rohani dan mental pada pengikutnya, yang dipancarkan ke dalam sikap hidup yang bermental dan semangat yang tangguh, tabah, dan sabar tetapi aktif dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Rasulullah juga menyuruh para sahabat untuk mempelajari bahasa asing ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam sifatnya universal, berlaku untuk semua umat di dunia, bukan hanya tertentu untuk masyarakat Mekkah dan Madinah.



A.    Pendidikan  Islam pada fase Mekkah
Pola pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah saw memiliki beberapa tahapan-tahapan dakwah yang disampaikan kepada kaum quraisy antara lain :
1.      Tahap rahasia dan perorangan
Pada pendidikan yang dilakukan adalah secara sembunyi-sembunyi, mengingat kondisi sosio politik yang belum stabil, dimulai dari dirinya sendiri dan keluarga terdekatnya. Pada tahap ini disebut dengan assabiquna  awwalun artinya orang-orang yag mula-mula masuk Islam. Pada tahap ini berlangsung selama 3 tahun.
2.      Tahap terang-terangan
Pola ini dilakukan oleh Rasulullah  seiring dengan jumlah sahabat yang semakin banyak dan untuk meningkatkan jangkauan seruan dakwah, karena diyakini dengan dakwah tersebut banyak kaum Quraisy yang akan masuk Islam.
3.      Tahap untuk umum
Pada tahap ini Rasulullah menyampaikan kepada kayalah umum misalnya pada musim haji Rasulullah mendatangi kemah-kemah pada jamaah haji, inilah bentuk dakwah Rasulullah secara umum, dakwah kepada setip ummat manusia yang datang dari seluruh penjuru bumi berhaji ke Mekkah.
Materi pendidikan yang diberikan di mekkah terdiri dari 3 macam insisari meteri pembelajaran yaitu :
1)      Pendidikan keimanan
Yang menjadi pokok pertama adalah iman kepada Allah Yang Maha Esa, beriman bahwa Muhammad adalah Nabi dan rasul Allah, diwahyukan kepada al-Qur’an sebagai petunjuk dan pengajaran bagi seluruh ummat manusia.
2)      Pendidikan ibadah.
Amal ibadah yang diperintahkan di Mekkah adalah shalat, sebagai pernyataan mengabdi kepada Allah, ungkapan syukur, membersihkan jiwa, dan menghubungkan haji kepada Allah.
3)      Pendidikan akhlak
Materi pendidikan tahid dalam teori dan prakteknya lebih difokuskan untuk memurnikan ajaran agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrohim, yang telah diselewengkan oleh masyarakat Jahiliyah.
Pendidikan tauhid diberikan melalui cara-cara menuntun akal pikiran dengan mengajak umatnya untuk membaca, memerhatikan dan memikirkan kekuasaan dan kebesaran Allah dan diri manusia sendiri.

B.     Pedidikan Islam pada fase Madinah
Pada fase madinah materi yang diberikan cakupannya lebih kompleks dibandingkan dengan materi pendidikan pada fase Mekkah seperti :
1.      Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju ke satuan sosial, dan politik.
2.      Materi pendidikan sosial dan kewarganegaraan, yang terdiri dari : pendidikan ukhuwah (persaudaraan) antara kaum muslimin, pendidikan kesejahteraan, pendidikan kesejahteraan keluarga kaum kerabat agar terbentuk ummat manusia yang lebih luas tentram dan damai
3.      Materi pendidikan khusus anak-anak yang berupa pendidikan tauhid, pendidikan shalat pendidikan adap sopan santun dalam keluarga, masyarakat, dan pendidikan kepribadian.
4.      Materi pendidikan pertahanan dan ketahanan dakwah Islam.
Di samping  materi pendidikan di atas pada dasarnya bidang pendidikan masih banyak yang diterapkan Rasulullah seperti materi pendidikan ekonomi Islam. Berkenaan hal ini banyak sekali ayat al-Qur’an dan hadits Nabi yang membahas  tentang aturan-aturan Islam tentang jual beli, karena kondisi masyarakt Arab Mekkah dan Madinah yang benar melakukan perdagangan. (At-Tijaroh)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar